Jumat, 03 Februari 2012

PUTRI BELEKA (The First)


Nama – nama itupun disebut sebagai wisudawan – wisudawati terbaik. Tanpa disadari namanya ada diantara nama itu, kedua orangtuanya bangga dan ada yang lebih bangga lagi yakni sosok wanita yang begitu menyayanginya dan berharap kan hidup bersamanya. Wanita itu terharu dan bahagia karena orang yang begitu dia dambakan bisa menggapai impiannya. Dari semester empat laki – laki itu selalu berharap suatu hari nanti dia bisa menjadi wisudawan terbaik dengan predikat Coum Laude di seluruh jurusan Kampus Putih IAIN Mataram tahun 2011.
            “Hari ini kakak membuat adik bangga dan bahagia, dan adik akan lebih bahagia jika kakak sudah menepati janji kepada adik”, sambutnya.
            “Janji yang mana ya, kakak lupa”, sahut lelaki itu dengan piagam perhargaan di tangannya.
            “Kakak benar – benar lupa apa janji kakak ke adik?, kalau lupa nggak apa – apa dah, selamat aja ya da jadi lulusan terbaik di tahun ini”, ucap gadis kelahiran Lombok Tengah tersebut. Kemudian gadis itu lari ke Laboratoruim Matematika yang kebetulan disana ada teman – teman wisudawan lain yang lagi ngumpul. Lelaki itupun ikut pergi kesana.
            “Siapa yang lupa, tadi itu kakak hanya bercanda. Jika sudah waktunya nanti kakak akan datang untukmu, melamar dan menikahimu, kita akan hidup bersama, punya anak dan keluarga yang bahagia. Maka dari itu dinda harus bersabar menunggu kakak datang. Kakak janji”, kata lelaki itu dengan senyum bahagia.
Kemudian gadis itu mengajak kekasihnya itu untuk menemui Bapak dan Ibunya yang kebetulan masih ada di area kampus tempat acara wisuda berlangsung. Gadis itu memperkenalkan lelaki itu namun sebagai teman bukan sebagai kekasih karena takut ketahuan Bapaknya. Namun Ibunya tersenyum karena dari sejak mereka kuliah beliau sudah tahu kalau mareka berdua saling mencintai. Tiba – tiba orangtua lelaki itu menghampiri sekaligus berkenalan dengan orangtua gadis itu dan mengajak mereka berfoto – fotoan. Foto itulah kenangan pertama yang menjadi titik awal bahwa suatu hari nanti keluarga itu akan bersatu melalui pernikahan gadis dan lelaki itu.
            Sebulan kemudian kakak dan adik kandung dari gadis itu yakni Habibi dan Habib berangkat ke Mesir untuk melanjutkan studynya di Perguruan Tinggi tertua di dunia yaitu Universitas Al – Azhar. Mereka dikirim berdua pada satu tempat agar mudah dalam biaya dan komunikasi dengan keluarga yang ada di Beleka, Lombok Tengah. Habibi berniat akan melanjutkan kuliah S2 Ekonomi Islam sedangkan Habib baru selesai Madrasah Aliyah sehingga dia berniat akan mengambil S1 Bahasa Arab. TGH. Ahmad Rifa’i sebagai Bapak sekaligus pendiri pondok pesantren MTs/MA Ibadurrahman tersebut berharap kedua anaknya akan memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk dirinya dan kemajuan pondok di masa yang akan datang setelah kedua anaknya kembali ke tanah air. Sementara itu Habibah yang baru menyelesaikan S1 Matematikanya harus mengajar di pondok tersebut sambil menunggu pangerannya datang untuk menjemputnya.
Sebelum berangkat ke Mesir Habibi dan Habib berpesan suatu hari nanti jika Habibah akan menikah agar menghubungi mereka karena mereka ingin menyaksikan pernikahan saudari tercintanya. Bapak dan Ibupun menyetujui permintaan kedua anaknya yang akan pergi menimba ilmu di negeri seberang.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa