Kamis, 09 Mei 2013

Surat Kakak Untuk Adik

Surabaya, 05 Desember 2013.

Assalamu’alaikum Wr Wb
Dinda, kakak sengaja menulis surat ini karena ada hal penting yang ingin kakak katakan kepada dinda. Awalnya kakak mau katakan lewat SMS tapi kakak pikir mungkin terlalu banyak dan makan pulsa banyak juga, makanya kakak menulis surat ini.
Pertama, Pengumuman Beasiswa Platinum Newmont 2012 sudah keluar. Alhamdulillah nama Kakak, Tri Susilawati, dan Kak Waing ada tertera sebagai penerima beasiswa. Tapi belum tahu kapan pasti cairnya, tapi biasanya dicairkan sebelum bayar SPP berakhir. Oleh sebab itu, kakak mau berbagi cerita bersama dinda agar kakak mendapatkan pertimbangan dan nasehat dari dinda.
Pertama, di ATM kakak sekarang ini BNI ada uang Rp 4.850.000 dan BRI Rp 500.000. Awalnya lebih dari itu, karena bulan Desember kemaren kakak terlalu banyak pengeluaran. Tadi malam kakak hitung-hitung sekitar Rp 1 juta-an, itu diluar hitungan pinjaman buat Oji Rp 400.000 dan biaya-biaya lainnya. Kemudian nanti ada tambahan dari Beasiswa ini sekitar Rp 7,5 juta dan gaji les kakak Januari ini mungkin bisa Rp 1,5 juta-an. Jadi, kalau ditotalkan sekitar Rp 13 juta-an.
Kedua, kemaren kakak punya nazar, kalau seandainya kakak dapat beasiswa Newmont kakak mau puasa 3 hari, membeli kitab Shahih Muslim dan infaq ke masjid Rp 100 ribu. Jadi, nazarnya ada tiga, uang itu mulai terpotong sekitar Rp 300 ribu. Kemudian bulan ini kakak mau bayar SPP 5 juta, bayar kos Rp 2,7 juta (tapi kakak belum tahu mau pindah atau tidak). Jadi kalau ditotalkan sekitar Rp 8 juta. Sisanya Rp 5 juta.
Ketiga, kalau adik ngerti dengan pembicaraan kemaren sore sama Mama tu, Mama minta uang sekitar Rp 1 juta-an kalau uang beasiswa ini keluar buat tebus Kalung Emasnya yang beliau gadaikan di Pegadaian buat biaya tanam padi dan kerja di ladang dua tahun yang lalu, jadi kalung itu sudah digadaikan 2 tahun yang lalu, tapi belum bisa ditebus karena masih terbentur dana yang lain, bayangkan sudah dua tahun terakhir ini kita gagal panen di ladang karena musim hujan yang gak menentu. Tapi, kakak belum pasti bisa atau gak penuhi yang ini, karena kakak pikir juga hal ini tidak terlalu penting, tidak ada kaitan dengan biaya yang lain untuk jangka pendek ke depan ini, artinya bisa kakak penuhi dengan gaji les kakak dua atau tiga bulan ke depan.
Keempat, sebentar lagi kakak sudah mulai garap tesis dan butuh biaya banyak, makanya kakak mulai berpikir bagaimana untuk irit sama uang.
Kakak cerita semua ini, bukan karena kakak ingin menjadi orang yang pelit, agar kakak tidak mau kasih dinda uang meskipun hanya Rp 1000, atau mungkin karena kakak punya janji ma dinda mau belikan hadiah. Tapi karena kakak ingin adik tahu masalah keuangan kakak dan tahu bagaimana kakak mengelola uang, kekurangannya itulah dinda sebagai penasehat bagi kakak dalam mengelola hal kecil ini sebelum kita berkeluarga nanti, karena kakak yakin kita akan mengelola hal yang besar, bukan yang kecil seperti ini.
Untuk sementara, sebagai pengganti hadiahnya kakak berikan kitab Shahih Bukhari saja ke dinda sebagai bacaan dinda sehari-hari, kakak yakin dinda pernah lihat kitabnya, kalau tekun pasti habis selama 1 bulan. Bukan berarti mendahului dinda sebagai pemilik hadiah, kitab ini sudah kakak baca duluan, dinda jangan marah ya. Ini adalah hadiah kedua dari kakak dalam lingkup agama, pertama Al Qur’an (tapi kakak gak tahu masih ada atau tidak di dinda hadiah itu, kalau di kakak masih ada, karena dulu saat kakak kasih hadiah itu kakak pernah bilang seperti ini “Simpanlah hadiah ini, kelak kitab inilah yang akan menyatukan kita, bawalah kitab ini ketika hari pernikahan kita”, kakak selalu ingat dengan kata-kata itu), kedua Kitab Shahih Bukhari, dan Insya Allah yang ketiga nanti Kitab Shahih Muslim.
Tapi, janji kakak belikan dinda labtop, pasti akan kakak penuhi tapi tidak sekarang. Kakak yakin dinda lebih mengerti dari mengertinya kakak. Karena kakak tahu dinda dan paling mengerti dengan jiwa dinda.
Kemudian kakak belum bisa pastikan apakah kakak bisa pulang liburan ini atau tidak. Yang jelas kakak akan usahakan meskipun hanya 2-3 hari di rumah. Tapi kakak tidak bisa janji mengingat jadwal les dan persiapan tesis yang begitu padat. Karena kemaren kakak dengar isu, kalau proposal tesis harus sudah selesai bulan Januari ini. Kalau seandainya kakak tidak bisa pulang nanti kakak titip lewat Habib kalau pulang liburan atau kakak paketkan lewat Titian Mas.
Kakak minta maaf atas segala kekurangan ini. Titip salam buat calon mertua.
Terakhir, seluruh jiwa dan raga ini begitu merindukan dinda. Cinta kasih dan perjuangan ini ku persembahkan untuk dinda yang begitu setia dengan tetesan airmata dan bait-bait do’a untuk kanda. Semoga Tuhan membalas harapan dan keyakinan ini menjadi nyata, hingga kelak kita hidup bersama penuh kebahagiaan dalam cinta dan kasih sayang-Nya.

Wassalamu’alaikum Wr Wb
Dang-Bibah.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa