Rabu, 09 April 2014

Pidato-Ceramah: Keajiban Menuntut Ilmu



“Kewajiban Menuntut Ilmu”


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Alhamdulillah, Segala puji hanyalah milik Allah SWT, oleh sebab itu marilah kita bersama-sama memanjatkan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, dan semoga Allah senantiasa bersama kita, amin.
Sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad SAW, yang dengan cinta, kasih sayang, perjuangan, dan pengorbanan dari beliau bersama para sahabatnya sehingga sampai detik ini kita bisa menghirup udara dinul islam.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Ilmu adalah kunci pintu kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allah SWT mewajibkan kepada setiap bayi yang baru lahir sampai masuk liang lahat untuk menuntut ilmu. Jiwa dan raga ini tanpa ilmu layaknya ruangan gelap tanpa cahaya. Tidak ada petunjuk dan arah yang akan membawa kita kepada kebahagiaan baik dunia maupun di akhirat kelak.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Kewajiban menuntut ilmu merupakan hal mutlak bagi setiap orang. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
Uthlubul ‘ilmi minal mahdi ilal lahdi
Artinya: “Tuntutlah ilmu dari sejak buaian sampai liang lahat”.
Dari hadits di atas, bisa kita petik kesimpulan bahwa menuntuk ilmu atau belajar tidak pandang siapa dia, dimana dia, dan kapan saja?. Siapapun, dimanapun, dan kapanpun harus menuntut ilmu berapaun umurnya, baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai tua. Kemudian belajar itu tidak harus di sekolah, tidak harus di pondok pesantren, tapi dimana saja baik itu di sawah, di ladang, bahkan di laut sekalipun kita bisa belajar. Jikapun kita yang bisa belajar di sekolah, madrasah, pondok pesantren ataupun di tempat yang lebih baik dari itu, maka harus kita syukuri dengan cara terus menuntut ilmu, belajar, belajar, dan belajar bukan sebaliknya dengan bermalas-malasan. Semua ini kita lakukan tentunya demi masa depan kita sendiri. Karena masa depan kita bukan di tangan orang lain tapi di tangan kita sendiri. Biarlah hari ini kita menanam sehingga di hari esok bisa kita petik hasilnya.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Banyak diantara kita yang meremehkan perintah menuntut ilmu atau belajar ini. Hal ini terjadi karena dibenak kita selama ini bahwa menuntut ilmu atau belajar baik di sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren mulai dari SD, SMP, SMA bahkan sampai perguruan tinggi bahwa menuntut ilmu itu adalah untuk mencari uang. Ingatlah saudaraku, bahwa Allah tidak pernah berfirman bahwa “Uang adalah kunci syurga ataupun dengan uang yang banyak kita bisa membeli sebidang tanah di syurga”. A’uzubillah summa na’uzubillah.
Bukan itu tujuan utama kita belajar atau menuntut ilmu. Tapi tujuan kita belajar baik di kampung kita sendiri maupun kita pergi merantau adalah untuk diri kita sendiri, untuk masa depan kita sendiri. Minimal apa yang kita pelajari, apa yang kita lihat, dengar dan rasakan akan menjadi ilmu, pedoman, dan cahaya dalam hidup kita sehingga kita tidak bodoh ataupun dibodohi, tidak celaka dan tersesat baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Oleh sebab itu, proses menuntut ilmu itu tidak terhenti ketika kita sudah mendapat ijazah. Tapi sepanjang hidup kita harus terus belajar meskipun harus kita mengulang-ulangi kembali apa yang sudah kita pelajari. Karena manusia tempatnya lupa, khilaf, dan salah. Intinya, menuntut ilmu harus kita lakukan dari kecil sampai kita tua.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari saya sendiri.
Akhir kalam “Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa