Rabu, 09 April 2014

Pidato-Ceramah: Metode Dakwah Rasulullah SWT



Metode Dakwah Rasulullah SWT


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Islam adalah agama dakwah. Agama yang mengajak setiap penganutnya kepada kebaikan baik dunia maupun akhirat kelak. Setiap orang terlahir ke dunia ini adalah pendakwah, minimal dakwah bagi dirinya sendiri. Karena Allah SWT sudah berpesan dalam Al-Qur’an:
Artinya: Nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Jadi, kemana dan dimanapun kita berada, khususnya dalam hidup dan kehidupan harus menjadi pendakwah atau penasehat bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena dengan demikianlah tugas kita sebagai makhluk sosial benar-benar kita pertanggungjawabkan.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Berbicara tentang dakwah, maka tidak bisa lepas dari pendakwah sejati yakni Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliaulah guru dakwah kita, segala metode dan materi dakwahnya ada pada beliau. Jadi, kita wajib belajar dari beliau. Ada 2 hal yang bisa kita ambil dari metode dakwah beliau.
1.       Dakwah diri sendiri dulu baru mendakwahi orang lain.
Hal ini terlihat ketika Islam baru datang. Allah menyuruh beliau untuk mengajarkan Islam kepada istri beliau terlebih dahulu, baru ke Ali bin Abi Tholib, baru ke budak-budak beliau. Hal ini membuktikan bahwa Allah tidak menyuruh Nabi untuk mendakwahi orang lain atau masyarakat banyak sebelum beliau mendakwahi keluarga sendiri. Dalam hal ini bisa kita petik kesimpulan bahwa sebelum menasehati orang lain, maka kira harus menasehati diri sendiri terlebih dahulu.
2.       Dilakukan penuh kesabaran dan berulang.
Sabar adalah kunci utama dalam dakwah. Tanpa kesabaran maka semuanya akan kacau. Kita semua mengenal Baginda Nabi adalah manusia paling sabar dan penyayang, bukan hanya keluarga, sahabat, atau orang yang beliau kenal, bahkan sampai musuh beliaupun tetap berlaku sabar dan kasih sayang. Karena prinsip beliau bahwa mendidik tidak bisa dilakukan dalam sekali saja, tapi harus berlanjut dan berulang. Karena manusia tempatnya lupa, khilaf, salah, dan keliru. Jadi, proses mendidiknya harus berulang-ulang.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi tidak ada salahnya kita belajar untuk menjadi sempurna. Belajar untuk memperbaiki diri sendiri dan orang lain. Karena tugas kita hidup di dunia ini adalah untuk memakmurkan bumi ini. Bagaimana kita memakmurkan orang lain, kalau kita sendiri belum makmur, bagaimana kita menasehati orang lain, kalau kita sendiri belum kita nasehati. Oleh sebab itu, mari saudaraku, kita banyak belajar dari metode dakwah Nabi Muhammad SAW agar hidup menjadi tenang dan bahagia dunia wal akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.
“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa