Rabu, 09 April 2014

Pidato-Ceramah: Sabar dan Sholat



Sabar dan Sholat

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Sabar adalah salah satu sifat terpuji yang paling disayangi oleh Allah SWT. Sedangkan sholat adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh jasmani dan rohani kita kepada Allah SWT. Sholat merupakan tiang agama dan amal ibadah paling utama dan pertama dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak. Kemudian sabar dan sholat merupakan dua perkara yang saling berhubungan laksana dua sisi uang yang melekat pada satu logam. Karena itulah orang-orang yang senantiasa bersabar baik ketika menerima ujian maupun musibah dari Allah adalah para kekasih Allah SWT karena mereka baik pada waktu senang maupun duka tetap bersabar dan mengingat Allah SWT dalam sholat dan zikirnya.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Sabar dan sholat merupakan selimut jiwa dan raga kita paling kuat dan dicintai oleh Allah SWT. Namun tidak sedikit diantara kita yang belum bisa bersabar dalam menerima ujian dan musibah. Ketahuilah wahai saudaraku, ujian paling indah yang diberikan Allah SWT untuk hamba-Nya jika ingin naik derajat adalah sabar. Karena dengan selalu bersabar maka kita selalu bersama Allah. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 yaitu:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dari ayat tersebut, sesungguhnya Allah SWT ingin selalu bersama hamba-Nya yakni dengan selalu menjadikan sabar sebagai sifat terbaik yang harus kita miliki dan senantiasa mendirikan sholat sebagai perisai dan jalur menuju cinta Allah kepada kita. Sehingga dengan senantiasa menjaga sabar dan sholat maka Allah SWT akan selalu bersama kita dan memberikan apapun yang kita inginkan. Selama semua itu tetap dalam koridor agama dan untuk kebahagiaan hidup kita didunia dan di akhirat kelak.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Tidak ada anak yang baru lahir langsung bisa jalan, begitu juga dengan memiliki sikap sabar dan tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Semua butuh proses yang sifatnya berkelanjutan. Sabar bukan hanya ketika kita menerima musibah bahkan ketika kita menerima kebaikanpun kita tetap bersabar karena siapa tahu dengan kebaikan itu pula kita lupa bersyukur bahwa apa yang kita miliki ini adalah milik Allah SWT. Begitu juga dengan sholat, tidak boleh pagi sholat sorenya tidak, atau sorenya sholat malamnya tidak. Semua itu harus kita lakukan setiap waktu selama di badan ini masih melekat ruh untuk tetap bernyawa. Karena sekali saja kita lalai dan tinggalkan maka Allah juga akan meninggalkan kita. Jika Allah SWT sudah meningglkan kita, maka neraka adalah tempat kembalinya. Oleh karena itu, marilah saudara-saudaraku, kita selalu bersabar dan menjaga sholat yang merupakan penolong bagi kita tuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri.
“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa