Rabu, 09 April 2014

Pidato-Ceramah: Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua



Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua



Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Orangtua adalah malaikat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk kita sebagai anak. Allah mengirim mereka ke dunia ini  hanya berbekal “kasih sayang”. Kasih sayang yang sangat besar dan tak ternilai harganya. Dari kecil sampai besar kita dikasihi dan disayangi. Apapun yang kita minta selalu dipenuhi. Oleh sebab itulah Allah SWT mewajibkan kepada kita untuk selalu berbakti kepada keduanya sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).

Dari ayat di atas, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk selalu memberikan yang terbaik dalam pengabdian kita kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung kita selama 9 bulan, dengan sekuat tenaga selalu memberikan segala kebutuhan kita mulai saat dalam kandungan sampai kita dewasa. Kemudian ayah adalah sosok manusia paling kuat yang siap sedia memberikan sekucur keringatnya kepada kita. Di tengah terik matahari beliau bekerja dengan tekun tanpa merasa letih dan kepanasan, karena di pikirannya hanya ada masa depan kita.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Cinta kedua orangtua adalah cinta sejati untuk kita. Tiada putus sampai akhir hayat. Namun terkadang kebanyakan diantara kita banyak yang durhaka. Tidak mau berbakti kepada kedua orang tua. Sungguh, jika demikian maka kita termasuk orang-orang tidak tahu malu, dan tidak tahu rasa berterima kasih. Ingatlah saudaraku, neraka adalah tempat kembali jika kita berbuat demikian.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Allah SWT sudah mengingatkan kepada kita semua bahwa kasih sayang kedua orangtua tidak bisa dibalas dengan emas permata meski seluas langit dan bumi. Di samping itu, kita juga mengetahui bahwa Rasulullah pernah mengatakan bahwa “surga ada di telapak kaki Ibu”. Oleh sebab itu, marilah kita menyadari dan selalu menyadari bahwa Allah SWT dan Rasul-Nya sangat mencintai kepada orang-orang yang mencintai kedua orangtua. Begitu juga sebaliknya, sangat membenci kepada orang-orang yang tidak mau berbakti kepada kedua orangtua. Jika Allah SWT dan Rasul-Nya sudah membenci kita, lantas kepada siapa lagi kita harus mengadu, meminta pertolongan, dan meminta ampunan?. Sungguh kita akan celaka jika berbuat demikian.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita akhiri ceramah yang singkat ini untuk kita sama-sama berdo’a kepada Allah SWT, semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk orantua kita. Memberikan kasih sayang dan ampunan-Nya kepada kedua orangtua kita. Amin, amin, amin ya robbal’alamin. Mari kita berdoa:

“Allahummagfirli waliwalidaiya warhamhuma kama robbayani sagira”

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri.
“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa