Foto Bersama Panitia UAS Semester Ganjil 2013 di Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Mataram.

Syukuran Anak-anak Kos 27A Ketintang Surabaya 2013.

Acara Akad Nikah di Beleka - Praya Timur, 26 Januari 2014.

Acara Seminar Nasional Matematika di UNS Surakarta 2013.

Depan DTC Surabaya. Keliling Surabaya Bersama 3 Mahasiswa Pascasarjana UNS Surakarta. 2013.

Sunday, 19 February 2012

Peristiwa Penting Pada Masa Sebagian Nabi - Rasul

Setiap sejarah punya hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Apalagi sejarah itu memang sudah di atur sedemikian rupa oleh sang pencipta. Maka dari beberapa sejarah para Nabi dan Rasul bisa kita ambil beberapa kejadian penting seperti:
1. Nabi Adam as, pembunuhan pertama di dunia.
2. Nabi Idris as, gambaran surga dan neraka.
3. Nabi Nuh as, pembuatan kapal/berlayar pertama di dunia.
4. Nabi Ibrahim as, kurban dan pembangunan ka'bah.
5. Nabi Luth as, munculnya homoseksual
6. Nabi Yusuf as, nabi tertampan di dunia.
7. Nabi Dzulkifli as, bertapa/sekarang di ikuti oleh Budha.
8. Nabi Musa as, sembah lembu/sekarang di ikuti oleh Hindu
9. Nabi Daud as, suara ter-merdu di dunia.
10. Nabi Sulaiman as, nabi terkaya di dunia.
11. Nabi Yunus as, hidup dalam perut ikan Hiu
12. Nabi Isa as, salib/di ikuti oleh Kristen
13. Nabi Muhammad SAW, Manusia paling SEMPURNA di dunia.

Saturday, 18 February 2012

Kisah Nyata


~ :: SUBHANALLAH, SATU GEREJA MASUK ISLAM SEMUA :: ~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya : 1. Kebenaran Islam yang nyata, 2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat, 3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu, 4. dsb.

Simak saja kisahnya… Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita   menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin…..

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 06 Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.

Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.”

Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata,

“Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.”

Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.”

Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1.      Sebutkan satu yang tiada duanya,..!
2.      dua yang tiada tiganya, ..!
3.      tiga yang tiada empatnya, ..!
4.      empat yang tiada limanya ..!
5.       lima yang tiada enamnya, ..!
6.       enam yang tiada tujuhnya, ..!
7.       tujuh yang tiada delapannya, ..!
8.       delapan yang tiada sembilannya, ..!
9.      sembilan yang tiada sepuluhnya, ..!
10.   sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, ..!
11.   sebelas yang tiada dua belasnya, ..!
12.   dua belas yang tiada tiga belasnya, ..!
13.   tiga belas yang tiada empat belasnya. ..!
14.   Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! ..
15.   Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? ..
16.   Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? ..
17.   Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? ..
18.   Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! ..
19.   Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? ..
20.  Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? ..
21.  Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! ..
22.  Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?” ..

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman engandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

1.       Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2.      Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .
3.      Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4.      Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5.      Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6.      Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7.      Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).
8.      Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9.       Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan laut yg terbelah
10.  Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11.  Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12.  Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13.  Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14.  Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
15.  Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16.   Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17.  Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
18.   Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19.  Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20.  Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21.  Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2).
22.  Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “

Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “

Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”

Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR!

Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa. Subhanallah…!!

Thursday, 16 February 2012

Meningkatkan Kecepatan Berpikir

Orang pintar/cerdas adalah orang yang memiliki kecepatan berpikir di atas rata-rata.
Setiap orang punya ukuran otak yang sama hanya saja kecepatan berpikirnya yang beda. Untuk saudara-saudariku, saya punya trik bagaimana meningkatkan kecepatan berpikir.
  1. OTAK, otak adalah kunci utama orang berhasil. Perlu diketahui bahwa kebutuhan otak adalah PROTEIN. Protein lawannya adalah Karbohidrat. Protein berfungsi meningkatkan kecepatan berpikir, sehingga pelajaran mudah diserap. sedangkan karbohidrat sebaliknya. Jadi perhatikanlah makanan yang dimakan sebelum ke sekolah, saat jam istirahat. Karena akan sia-sia kita belajar banyak namun MESIN/OTAK yg kita gunakan tidak mampu menampung dan menguasainya. Jadi makanlah protein lebih banyak agar otak terus berpikir secara kencang.
  2. SUJUD. Perpanjanglah/perlambatlah ketika SUJUD, karena pada saat sujud, posisi jantung memompa darah secara maksimal ke OTAK, sehinggat otak selalu basah dan itu akan membuat anda enak belajar.
  3. ZIKIR. Mungkin anda pernah melihat orang zikir di masjid. Di daerah Tarano-Empang hampir seluruhnya zikir pake alat bantu/tasbeh. Mulai hari ini, cobalah untuk berzikir menggunakan jari-jemari tangan anda. Kenapa demikian?, Secara biologis, gerakan anggota badan sebelah KIRI akan berpenagruh pada kekuatan berpikir OTAK KANAN, begitu juga sebaliknya, gerakan anggota badan sebelah kanan akan berpengaruh pada kekuatan berpikir OTAK KIRI. Sehingga secara tidak langsung anda melatih kecepatan berpikir otak anda. Terus bagaimana ZIKIR tu: 1) Lidah mengucapkan, 2) Hati menterjemahkan dan menghayati, 3) Telinga mendengar apa yg diucapkan, 4) Mata seakan2 melihat apa yang diucapkan oleh lidah, 5) Jari jemari menghitung jumlah zikir, 6) Bayangkan Allah bersamamu. Insya Allah, zikir itu akan membuat hati menjadi tentram, sebagai latihan konsentrasi yang sempurna.
  4. WAKTU BELAJAR. Sikon juga menentukan bagaimana hasil dari belajar anda. Waktu Malam dan Subuh adalah waktu yang baik buat anda belajar. kenapa tidak sore, karena sore anda lagi bermain, kalau siang jelas2 anda di sekolah. Jadi, waktu subuh itu adalah waktu yang baik buat belajar, apalagi setelah anda membaca Al Qur'an. Itu akan lebih baik, karena masukkanlah data baru ke dalam memory otak anda dengan yang baik2.
  5. OK, semoga bermanfaat. Amin.

KIAT SUKSES MENUNTUT ILMU


Proses belajar atau menuntut ilmu, khususnya ilmu syar'i terkadang sering mengalami berbagai hambatan dan kendala. Seorang thalib ilmu atau siapa saja yang sedang belajar biasanya akan menghadapi berbagai masalah dalam belajar, baik terkait dengan pribadi, keluarga, teman, pergaulan bahkan masalah ketika sedang belajar dan masalah-masalah lainnya yang terkadang menyebabkan kegagalan bagi sebagian pencari ilmu .
Menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan dengan metode yang benar serta terarah akan membuat seorang thalib ilmu lebih mudah mendapatkan ilmu, mudah dalam memahami, mudah dalam menghafal serta akan mendapatkan kemudahan-kemudahan yang lainnya. Agar proses belajar lebih terarah dan membuahkan hasil yang maksimal, maka berikut ini kami sampaikan beberapa kiat di dalam belajar, semoga bermanfaat untuk kita semua.

KIAT PERTAMA; Selalu ingat bahwa ilmu memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah subhanahu wata’ala “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 58:11)
Menuntut ilmu dengan niat dan tujuan yang benar merupakan jalan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, "Barang siapa yang menempuh suatu jalan karena bertujuan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR at-Tirmidzi, periksa shahih al jami' ash-shaghir 6174)

KIAT KE DUA; Selalu menyadari betapa besarnya celaan yang ditujukan terhadap orang-orang yang berkata tanpa ilmu, seperti di dalam firman Allah subhanahu wata’ala, "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. 16:116-117)
Oleh karena itu kita dapati salafus shalih sangat hati-hati dan takut di dalam memberikan fatwa. Di antara contohnya adalah apa yang disampaikan oleh Imam Malik rahimahullah, beliau mengatakan, "Saya tidaklah berfatwa sehingga telah bersaksi tujuh puluh orang… bahwa saya berhak untuk itu (menyampaikan fatwa)." Beliau juga mengatakan, "Aku tidak menyampaikan fatwa sehingga aku bertanya kepada Rabi'ah dan Yahya bin Sa'id lalu keduanya menyuruhku untuk menyampaikan itu, andaikan keduanya melarangku, maka aku tidak menyampaikan." (I'lamul Muwaqqi'in, Ibnul Qayyim)
Sementara al-Qasim rahimahullah juga berkata, "Demi Allah, andaikan lidahku putus, maka itu lebih aku sukai daripada aku berbicara dengan sesuatu yang aku tidak mengetahui ilmunya." 

KIAT KE TIGA; Jangan terburu-buru, karena syetan merasuk ke dalam jiwa manusia bersama dengan sifat terburu-buru. Hendaknya kita cermat dan telaten di dalam segenap urusan. Terutama ketika menghukumi suatu perkara, jangan menghukumi sebelum benar-benar kita ketahui hakikat atau duduk persoalannya, sebelum kita ketahui bagaimana hukum Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ukuran kebenaran dan kesalahan adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. 

KIAT KE EMPAT; Jangan sampai ada rasa sombong dalam hati, sehingga menghalangi kita untuk bertanya kepada orang lain tentang sesuatu yang tidak kita ketahui. Berhati-hatilah dari bisikan setan yang mengatakan misalnya, "Kamu adalah seorang thalib ilmu atau ustadz yang mampu ini dan itu, di sisimu ada banyak kitab, karya-karya ulama, dan tulisan yang begitu banyak, maka tidak perlu kamu bertanya kepada orang lain lagi." Jika ada bisikan seperti ini, maka bacalah ta'awudz dan selalu ingat firman Allah subhanahu wata’ala, "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui.” (QS. 16:43) 

KIAT KE LIMA; Berusaha semaksimal mungkin mencari ilmu kepada ahlinya, belajarlah al-Qur'an kepada qurra' (ahli baca al-Qur'an), belajar tafsir kepada mufassir (ahli tafsir), belajar hadits kepada ahli hadits, belajar fiqih kepada para fuqaha' dan seterusnya. Jika tidak ditemukan pakar yang ahli dalam masing-masing bidang, maka carilah seorang yang benar-benar kibar (senior) dalam ilmu agama secara umum, sebagai bekal dasar. Adapun jika ingin mempelajari ilmu secara lebih luas dan mendalam, maka harus kepada orang yang ahli di bidangnya.
Imam Malik rahimahullah berkata, "Setiap ilmu harus ditanyakan kepada ahlinya." (Barnamij 'amali lil mutafaqqihin, Dr. Abdul Aziz al-Qari' hal 46, 48).
Di dalam kitab "Hilyah Thalib al-'Ilm," karangan Dr. Syaikh Bakar Abu Zaid disebutkan, "Barang siapa yang memasuki (mempelajari) ilmu tanpa syaikh (guru), maka dia akan keluar dengan tanpa membawa ilmu." Dikatakan pula, "Barang siapa memasuki suatu ilmu sendirian, maka akan keluar sendirian pula." 

KIAT KE ENAM; Siapa yang tidak menguasai Ushul (pokok dan kaidah ilmu), maka tidak akan sampai pada tujuan. Oleh karena itu, merupakan suatu keharusan bagi seorang penuntut ilmu mengetahui masalah pokok (ushul) dalam setiap bidang ilmu. Yaitu dengan memahami dan menghafalkan kaidah-kaidah pokok tersebut melalui seorang syaikh atau guru yang berkompeten di bidangnya, jangan memahaminya secara otodidak (sendirian). Selayaknya jangan menyibukkan diri dengan masalah yang lebih luas dan panjang serta beraneka ragam sebelum benar-benar menguasai kaidah-kaidah atau masalah yang pokok ini. 

KIAT KE TUJUH; Jangan berpindah dari pembahasan yang lebih ringkas ke yang lainnya tanpa ada hal yang mengharuskan untuk itu. 

KIAT KE DELAPAN; Berusaha membuat ringkasan materi atau pelajaran yang dapat diambil dari sebuah pembahasan, baik yang disampaikan para masyayikh (guru) atau ketika ada masalah penting yang terlintas pada saat kita membaca buku. Di antara caranya adalah dengan membuat catatan kaki (footnote) atau catatan akhir (endnote), atau menulisnya di dalam buku tersendiri agar lebih lengkap dan dapat juga dengan sistim kartu, dengan menuliskan judul pembahasan pada bagian atasnya. 

KIAT KE SEMBILAN; Terus berusaha menjaga ilmu tersebut dari waktu ke waktu, karena tanpa adanya penjagaan terhadapnya, maka ilmu tersebut akan hilang atau terlupakan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan penghafal al-Qur'an adalah seperti pemilik unta yang terikat. Jika dia terus menjaganya, maka unta tersebut akan tetap dia miliki, namun jika dia melepaskannya, maka unta itu akan pergi."
Al Imam Ibnu Abdil Barr tatkala mengomentari hadits ini beliau mengatakan, "Apabila al-Qur'an yang dimudahkan untuk diingat akan hilang jika tidak dijaga, maka bagaimana pendapatmu tentang ilmu-ilmu lainnya yang harus dijaga?" 

KIAT KE SEPULUH; Jangan ketinggalan mempelajari kitab-kitab yang berisikan tentang metode pangambilan dalil (istidlal), cara pemahaman yang mendalam tentang alasan atau sebab dari suatu kesimpulan hukum serta menyentuh pada pokok dan rahasia permasalahan. Di antara ulama yang menempuh metode ini dalam tulisannya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, al-Hafidz Ibnu Abdil Barr, al-Hafidz Ibnu Qudamah, juga Imam adz-Dzahabi, Imam Ibnu Katsir, Imam Ibnu Rajab, Imam Ibnu Hajar, Imam asy-Syaukani dan selain mereka. 

KIAT KE SEBELAS; Jangan sampai mengambil pelajaran dari suatu kitab sebelum kita mengetahui makna istilah dan kalimat yang digunakan oleh penulisnya. Biasanya istilah tersebut disinggung terlebih dahulu di dalam mukaddimah atau pengantar, maka hendaklah memulai membaca kitab dari mukaddimah lebih dahulu. 

KIAT KE DUA BELAS; Jagalah hati agar jangan sampai seperti spon (busa) atau bunga karang, yang menyerap cairan apa saja yang ada, tanpa memilih dan memilah antara yang satu dengan yang lain. Hendaknya anda jauhi segala macam syubhat yang berasal dari diri sendiri atau dari orang lain, karena syubhat adalah kekacauan sedangkan hati manusia sangatlah lemah dan mudah berubah. Dan kebanyakan orang yang melemparkan syubhat adalah para mubtadi'ah (ahli bid'ah), maka hendaklah kita semua berhati-hati terhadap mereka. 

KIAT KE TIGA BELAS; Bersungguh-sungguh di dalam memilih buku, jangan sembarangan membeli buku sebelum kita yakin penulisnya lurus dan terpercaya dalam ilmunya. 

KIAT KE EMPAT BELAS; Hendaklah pandai-pandai membagi waktu dalam belajar, yaitu dengan menyediakan porsi waktu tersendiri untuk masing-masing kegiatan belajar seperti kapan sebaiknya menghafal, kapan waktu membaca, menghadiri durus (ta'lim) dan lain-lain. Mengenai pembagian waktu belajar ini, al-Imam Ibnul Jama'ah al-Kinani berkata, "Waktu paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur (menjelang Subuh-red), waktu terbaik untuk membahas sebuah masalah adalah pagi, waktu terbaik untuk menulis adalah siang dan waktu terbaik untuk muthala'ah dan mengulang pelajaran adalah malam hari.” Kemudian beliau juga menukil ucapan al-Khathib al-Baghdadi yang mengatakan, "Sebaik-baik tempat untuk menghafal adalah di dalam kamar dan tempat-tempat yang jauh dari keramaian." 

KIAT KE LIMA BELAS; Jika ada masalah atau kesulitan ketika membaca sebuah buku, maka hendaknya bertanya kepada siapa saja yang dipandang tsiqah (terpercaya) ilmu dan sikap wara'nya. 

KIAT KE ENAM BELAS; Mengenai urutan kitab apa yang harus dibaca dalam masing masing disiplin ilmu, maka ini merupakan salah satu hal yang banyak diperbincangkan para ahli ilmu, mereka biasanya membedakan antara yang bersifat fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Mereka juga mengklasifikasikan ilmu menjadi ushul (pokok) dan furu' (cabang) dan masing masing ada alatnya tersendiri. 

Untuk lebih jelasnya, bagi kaum muslimin yang mampu membaca kitab berbahasa Arab maka penulis menganjurkan untuk merujuk ke kitab "Hilyah Thalib al-Ilm," oleh Dr. Syaikh Bakar Abu Zaid, "Barnamij Ilmi Lilmutafaqqihin," oleh Dr. Abdul Aziz al-Qari' dan risalah "Rabbaniyyah at-Ta'lim," oleh Dr. Abdullah Yusuf al-Hasan. Dialihbahasakan oleh Khalif Muttaqin dari kitab “al-faudlawiyah fi hayatina,” sub bab Hatta la nakuna faudlawiyan fi thalab al ilmi Adil bin Muhammad al -Abdil ‘Ali hal 31-36, dengan beberapa ringkasan.

MATEMATIKA DISKRIT

Matematika diskrit: cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit.
Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete)?
Benda disebut diskrit jika: (1) terdiri dari sejumlah berhingga elemen yang berbeda, (2) elemen-elemennya tidak bersambungan (unconnected). Contoh: himpunan bilangan bulat (integer). Lawan kata diskrit: kontinyu atau menerus (continuous).  Contoh: himpunan bilangan riil (real)
Komputer digital bekerja secara diskrit. Informasi  yang disimpan dan dimanipulasi oleh komputer adalah dalam bentuk diskrit. Matematika diskrit merupakan ilmu dasar dalam pendidikan informatika atau ilmu komputer. Matematika diskrit memberikan landasan matematis untuk kuliah-kuliah lain di informatika seperti algoritma, struktur data, basis data, otomata dan teori bahasa formal, jaringan komputer, keamanan komputer, sistem operasi, teknik kompilasi, dsb. Matematika diskrit adalah matematika yang khas informatika à Matematika Informatika.
Materi-materi dalam matematika diskrit:
1.    Logika (logic)
2.    Teori Himpunan (set)
3.    Matriks (matrice)  
4.    Relasi dan Fungsi (relation and function)
5.    Induksi Matematik (mathematical induction)
6.    Algoritma (algorithms)
7.    Teori Bilangan Bulat (integers)
8.    Barisan dan Deret (sequences and series)
9.    Teori Grup dan Ring (group and ring)
10.  Aljabar Boolean (Boolean algebra)
11.  Kombinatorial (combinatorics)
12.  Teori Peluang Diskrit (discrete probability)
13.  Fungsi Pembangkit dan Analisis Rekurens
14.  Teori Graf (graph – included tree)
15.  Kompleksitas Algoritma (algorithm complexity)
16.  Otomata & Teori Bahasa Formal (automata and formal language theory)

 Download File Di sini:

 File type *.doc

File type *.pdf

 File type *.ppt

 LIHAT Juga :

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa