Minggu, 25 Maret 2012

PELACUR dan AHLI IBADAH

~~~**<<PELACUR AHLI IBADAH>>**~~~

Di Bani Israil ada seorang wanita pelacur yang kecantikannya menjadi fitnah bagi semua lelaki. Pintu rumah wanita ini selalu terbuka dan dia duduk di ranjang dalam rumahnya lurus pintu. Jadi, setiap orang yg lewat didepan rumah wanita ini apabila melihat ke pintu rumahnya pasti akan melihat kecantikannya. Semua lelaki yg melihatnya bisa dipastikan terpesona dan terpikat dg kecantikannya. Wanita pelacur ini memasang tarif sepuluh dinar (mas) keatas tuk semua lelaki yg membutuhkan layanannya. Tarif ini merupakan syarat tuk bisa dilayani.

Suatu hari ada pemuda ahli ibadah lewat di depan rumah wanita pelacur ini, tanpa sengaja dia melihat ke rumah besar dan megah itu, sorot matanya melihat wanita cantik duduk tersenyum mempesona dan menggetarkan hati pemuda ini. Rasa cinta tanpa bisa dibendungnya sudah mulai tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Pemuda ini segera memalingkan wajahnya berusaha menghilangkan getaran hatinya. Dia berusaha melawan keinginan hawa nafsunya yg membisikkan keindahan dg bersama wanita tadi. Dia berdoa memohan kepada Allah agar rasa cinta dalam hatinya bisa hilang. Tp dia tidak bisa menghilangkan perasaannya. Semakin kuat dia berusaha menghilangkan perasaannya pada wanita pelacur itu semakin kuat bayangan wanita itu hadir di depan matanya.

Pemuda ini sudah tidak kuat lagi menahan perasaannya, ahirnya dia menjual semua kain dagangannya dan semua barang miliknya. Dia kumpulkan dinar (emas) sebanyak-banyaknya sesuai tarif wanita pelacur itu. Setelah terkumpul cukup dia datang ke rumah si wanita pelacur menyerahkan uang. Wanita itu menyuruhnya agar memberikan uang itu kepada tetangga si wanita seabagai asistennya dan penentuan waktu dia bisa melayani.

Di waktu yg telah dijanjikan pemuda ini datang kerumah wanita pelacur yg telah menggetarkan hati. Sesampainya di rumah wanita itu terlihat wanita itu telah berdandan cantik mempesona dan dia telah duduk dg manja di atas ranjang siap melayani tamunya hari ini. Pemuda ahli ibadah itu masuk dan duduk bersama wanita pelacur itu di atas ranjang. Tanpak wajah cantik itu semakin menggoda tuk dicumbu.

Pemuda itu mulai mengulurkan tangannya ke tubuh wanita yg sudah pasrah di depannya. Seawaktu mengulurkan tangannya Allah mengingatkannya dg Rahmat-Nya dan sebab barokah ibadah dan taubatnya. Dalam hati pemuda ini dia melihat kalau Allah melihat perbuatan bejatnya dan dia merasa semua amal ibadahnya telah lebur. Terjadilah rasa takut dalam hatinya tubuhnya gemetar dan wajahnya terlihat pucat.

Melihat wajah pemuda di depannya pucat wanita pelacur itu bertanya penasran," Apa yg telah terjadi kepadamu, kenapa wajahmu pucat ketakutan, bukankah kau suka padaku ?...".

" Aku takut kepada Allah. Izinkanlah aku tuk keluar !..", jawab pemuda itu dg penuh ketakutan.

" Sungguh bodoh. Banyak lelaki ingin menikmati kemolekan tubuhku. Tp kenapa kamu kok malah membuang kesempatan ini", tanya si wanita heran tak habis pikir melihat sikap pemuda di depannya.

" Aku takut kepada Allah. Harta yg telah aku berikan kepadamu itu uang halal ku halalkan harta itu untukmu asal ijinkan aku keluar dari rumahmu", kata pemuda.

" Apakah kau tak mau menyentuh tubuhku sama sekali ?", tanya si wanita.

" Tidak", jawabannya singkat.

"Baiklah. Siapa naamu dan dari mana asalmu ?..." tanya si wanita ingin tau nama dan alamat rumahnya.

Pemuda itu pun menyebutkan namanya dan desa tempat tingalnya. Wanita pelacur itu pun memberi ijin tuk keluar dr rumahnya. Setelah berada di luar rumah pemuda ini menyesali perbuatannya dan menangis. Hati wanita tadi tersentuh dg sikap pemuda tadi. Hatinya berkata," Ini adalah dosa pertama kali yg dilakukan pemuda tadi dan dia telah merakan takut yg luar biasa. Sementara kau telah melakukan dosa bertahun-tahun. Padahal Tuhan yg dia takuti adalah Tuhanku juga. Seharusnya rasa takutku melebihi dirinya".

Ahirnya wanita ini tobat dan menutup pinti rumahnya dr menerima tamu lelaki. Dia sekarang memakai pakain yg sudah usang dan tekun beribadah. Sungguh ibadahnya tidak mengenal waktu.

Suatu hari hat wanita itui berkata," Sebaiknya aku datang ke pemuda itu sapa tau dia bersedia menikah dg aku. Kalu dia bersedia, maka aku akan jadi istrinya, dia bisa mengajariku tentang agama dan dia bisa menjadi penolong aku tuk selalu ibadah kepada Allah".

Wanita itu pun mempersiapkan bekal perjalan yg akan ditempuhnya. Dia membawa pelayan dan harta secukupnya. Berangkatlah si wanita itu ke desa yg telah disebutkan oleh si pemuda. Setiap berhenti istirahat wania ini bertanya kepada penduduk sekitar letak desa sebagai mana penuturan si pemuda.

Setelah sampai ke rumah yg dituju ada tetangga memberi tahukan bahwa ada wanita bertanya tentang dirinya. Pemuda itu keluar menemuai tamunya. Waktu wanita melihat pemuda di depannya adalah pemuda yg dia cari wanita ini membuka penutup wajahnya agar bisa dikenali oleh si pemuda idamannya. Waktu pemuda ini tau siapa wanita di depannya dia teringat kejadian tompo dulu waktu sedang berdua dalam kamar pemuda itu langsung menjerit histeris dan tersungkur mati.

Wanita itu sedih," Aku datang menemuainya karena aku mencintainya namun dia sekarang sudah mati".

Wanita itu tanya kepada tetangga pemuda itu," Apakah pemuda ini punya keluarga yg membutuhkan istri ?".

Para tetangga pemuda itu menjawab," Iya. Dia punya saudara shaleh tp saudara pemuda ini orang miskin, tak punya apa-apa".

" Tidak masalah, asal dia bersedia menjadikan kau sebagai istrinya. Kalau masalah harta aku punya cukup harta", kata si wanita.

Singkat cerita, wanita ini menikah dg adiknya pemuda itu dan punya anak 7 yg kesemuanya menjadi orang shaleh berokah taubatnya kembali ke jalan yg benar.

Semoga cerita ini bisa menjadi renungan bagi kita.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan Kuliah

Syaharuddin Al Musthafa